peranan pupuk npk pada tanaman padi

Peranan Pupuk NPK Pada Tanaman Padi
oleh: stego Pengarang: Abdul Wahid Rauf; Syamsuddin T; Sri Rahayu Sihombing

* Summary rating: 2 stars (6 Tinjauan)
* Kunjungan : 510
* kata:900
*

More About : bolehkan urea dengan kcl dicampur
/exact-sciences/agronomy-agriculture/
x

Peranan Pupuk NPK Pada Tanaman Padi

Peranan ketiga unsur ini ( N, P dan K ) sangat penting terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, dimana interaksi dari ketiga unsur ini akan menunjang pertumbuhan tanaman. Unsur N diperoleh dari pupuk Urea, unsur P dari SP-36 / TSP sedangkan unsur K dari KCL dan ZK.

Unsur N adalah unsur yang cepat kelihatan pengaruhnya pada tanaman. Unsur ini berperan utama dalam : merangsang pertumbuhan vegetatif ( batang dan daun ); meningkatkan jumlah anakan dan meningkatkan jumlah bulir / rumpun. Kekurangan unsur N menyebabkan : pertumbuhan kerdil ; daun menguning dan sistem perakaran terbatas. Sedangkan kelebihan unsur N menyebabkan : pertumbuhan vegetatif memanjang ( lambat panen ); mudah rebah; menurunkan kualitas bulir dan respon terhadap serangan hama dan penyakit.

Pengaruh Unsur P terhadap tanaman sulit untuk dijelaskan secara detail, tetapi fungsi unsur ini adalah sebagai berikut : memacu terbentuknya bunga, bulir pada malai; menurunkan aborsitas, menunjang perkembangan akar halus dan akar rambut; memperkuat jerami sehingga tidak mudah rebah dan memperbaiki kualitas gabah. Adapun kekeurangan phospor menyebabkan pertumbuhan kerdil; jumlah anakan sedikit dan daun meruncing berwarna hijau gelap.

Kalium berperan sebagai aktivator berbagai enzim, dengan adanya unsur Kalium tersedia di dalam tanah, menyebabkan antara lain : tanaman tumbuh tegar, merangsang pertumbuhan akar dan tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Kekurangan unsur Kalium menyebabkan : pertumbuhan kerdil; daun kelihatan kering dan terbakar pada sisinya; menghambat pembentukan hidrat arang pada biji; permukaan daun memperlihatkan gejala korotik yang tidak merata dan munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada daun yang berwarna hijau gelap. Kelebihan Kalium menyebabkan kadar magnesium pada daun menurun sehingga daun menua dan pada tingkat terendah , aktivitas fotosintesis terganggu.

Pemupukan yang berimbang
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berimbang yang berarti disesuaikan juga dengan kondisi tanah. Perimbangan yang tepat menyebabkan ketiga unsur utama ini akan saling mengendalikan, mengimbangi, dan saling mendukung. Demikian juga dengan unsur-unsur lainnya..

Pupuk yang diberikan merupakan unsur tambahan sehingga jumlah Nitrogen, Phospor dan Kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat.

Pada saat bersamaan, ketersediaan unsur-unsur lainnya juga harus optimal. Contohnya, pemupukan hanya dengan urea saja, akan menyebabkan tanaman kelihatan cepat rimbun, tetapi lemah, mudah rebah dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Demikian juga sebaliknya jika hanya diaplikasikan pupuk SP36 dan KCl saja, akan tidak berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan produksi. Pada prinsipnya keseimbangan hara secara menyeluruh sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan yang normal.

Waktu Pemupukan
Waktu pemupukan diberikan sesuai dengan tingkat pertumbuhan tanaman dan jenis pupuk yang akan menjamin optimalnya penyerapan unsur pupuk oleh tanaman. Pemberian pupuk SP36 dan TSP dilakukan pada saat tanam dan Urea diberikan dua kali yaitu 1/2 dosisseminggu setelah tanam dan ½ dosis berikutnya 35 hari stelah tanam ( pada saat tanaman aktif ). KCL sebaiknya diberikan lebih sedikit tetapi lebih sering, lebih baik dibandingkan dengan pemberian dalam jumlah besar sekaligus. Untuk menjamin penyerapan unsur hara dari pupuk KCl maka pemberian dilakukan sesuai denga tingkat pertumbuhan tanaman padi, yaitu 1/3 dosis pada seminggu setah tanam, 1/3 dosis pada 35 hari setelah tanam ( saat anakan aktif ) dan 1/3 dosis pada 55 hari stelah tanam saat primordia

Cara Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara manual disebar atau hambur merata pada areal tanaman. Untuk aplikasi Urea dan KCl dapat dicampur secara merata tapi harus segera diaplikasikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan pupuk dengan kombinasi Urea 200 kg / ha; SP-36 100 kg / ha dan KCl 150 kg / ha dapat meningkatkan hasil pad 6.66 ton / ha dengan effisiensi fisik culup tinggi 10.8 kg gabah kering / kg. Kombinasi pupuk dengan efisiensi 5.1 berarti setiap keluaran 1 unit memperoleh penghasilan 5 unit

Hasil analisa Ekonomi menunjukkan bahwa, penggunaan dosis pupuk urea 200 kg / ha; SP-36 100 kg / ha dan KCl 150 kg / ha menghasilkan pendapatan tertinggi yaitu Rp 2.885.000,- dengan catatan pemantauan keadaan hama dan penyakit di lapangan harus intensif. Sedangkan dengan kombinasi yang umum di gunakan petani, perolehan pendapatan Rp 937.000,- dan sebagian petani hanya menggunakan urea 100 kg / ha dengan perolehan pendapatan sangat rendah hanya Rp 199.500,
(Penelitian tersebut datas dilakukan pada tahun 1998 / 1999 di provinsi Papua di Koya Timur dalam rangka upaya meningkatkan produksi tanaman pangan di provinsi tersebut, dimana pengembangan tanaman khususnya padi terkonsentrasi di 3 kabupaten sentra pengembangan yaitu di Merauke , Manokwari dan Jayapura)

Diterbitkan di: 20 Desember, 2010
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda Share

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2089117-peranan-pupuk-npk-pada-tanaman/##ixzz1OJaSNagV

http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2089117-peranan-pupuk-npk-pada-tanaman/#

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: