Agar Tanaman Tumbuh Optimal

Agar Tanaman Tumbuh Optimal Rabu, 17 Juni 2009 Tanah yang subur paling tidak harus memiliki unsur nitrogen (N), fosfat (P), kalium (K), dan tingkat keasaman yang netral. Unsur-unsur tersebut harus berada dalam komposisi berimbang atau sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil produksi yang diharapkan pun tercapai. Peneliti kesuburan tanah dari Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Departemen Pertanian (Deptan), Ladiyani Retno Widowati MSc, menjelaskan unsur N di dalam tanah berasal dari pengikatan udara oleh mikroba, pupuk, dan air hujan. Namun, unsur N tanah pada umumnya rendah, sehingga harus selalu ditambahkan pupuk atau sumber lainnya. Selain rendah, unsur N di dalam tanah juga memunyai sifat dinamis. Artinya, mudah berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Misalnya NH4 menjadi NO3, NO, N2O, dan N2. Unsur N juga mudah hilang saat tercuci bersama aliran drainase. Tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, daunnya berwarna kuning dan mudah gugur, pembungaan terlambat, dan pertumbuhan akar terbatas. Kekurangan N dapat diperbaiki dengan pemupukan N dalam berbagai bentuk, seperti urea, pupuk majemuk NPK, dan pupuk organik seperti (kompos, pupuk hijau, dan kotoran ternak). Untuk meningkatkan efisiensi penggunaannya, pupuk N dalam bentuk urea harus diberikan 2-3 kali untuk satu musim tanam. Selain itu, harus dimonitor tingkat kecukupannya dengan bagan warna daun. Pemberian pupuk N yang tepat jumlah, waktu, dan jenis, dapat meningkatkan efisiensi biaya dan efisiensi pupuk. �Alhasil, tanaman akan tumbuh optimal,� kata Ladiyani. Dengan pemberian N yang tepat (tidak berlebihan), diharapkan pula tidak terjadi pencemaran lingkungan tanah dan air. Selain tanah harus memiliki unsur N, unsur fosfor (P) juga sangat dibutuhkan tanaman. Unsur P dalam tanah berasal dari bahan organik yang terdiri dari P-anorganik dan P-organik yang berasal dari bahan organik dan mineral yang mengandung P. Unsur P dalam tanah tidak bergerak, P terikat oleh liat, dan bahan organik. Kekurangan unsur P dalam tanah dapat dipenuhi dari berbagai sumber antara lain P-alam dan NPK yang umumnya diberikan sekaligus pada awal tanam. Menurut Ladiyani, agar pupuk yang diberikan efisien, pupuk P harus diberikan dengan cara, waktu, serta takaran yang tepat jumlah dan jenisnya. Fosfor berperan penting dalam sintesis protein, pembentukan bunga, buah dan biji, serta mempercepat pemasakan. Kekurangan P dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, anakan sedikit, pemasakan terlambat, dan produksi tanaman rendah.Unsur penting lain yang harus ada dalam tanah adalah kalium. Unsur itu bersumber dari mineral primer tanah dan bahan organik sisa tanaman. Seperti halnya N, unsur K juga memunyai sifat mudah bergerak, sehingga mudah hilang melalui proses pencucian atau terbawa arus pergerakan air. Berdasarkan sifat tersebut, efisiensi pupuk K biasanya rendah, namun dapat ditingkatkan dengan cara pemberian 2 � 3 kali pupuk dalam satu musim tanam.Kalium dalam tanaman berfungsi mengendalikan proses fisiologis dan metabolisme sel serta meningkatkan daya tahan tanah terhadap penyakit. Kekurangan hara K menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak), proses pengangkutan hara, pernapasan, dan fotosintesis terganggu. Kekurangan K dapat digantikan oleh jerami sebagai pupuk organik. Kadar K dalam jerami umumnya satu persen sehingga dalam lima ton jerami terdapat sekitar 50 kilogram K. Indikator lain tanah dikategorikan subur adalah apabila memiliki tingkat keasaman (pH) netral, yakni antara 6-7, sehingga unsur N, P, dan K dalam tanah akan terjaga. Ladiyani menjelaskan pada tanah masam ketersediaan beberapa hara lebih rendah dari tanah netral. Kemungkinan besar munculnya keracunan besi (Fe++) pada pH tanah yang kurang dari 4,5 juga lebih besar. Tanah yang banyak mengandung besi umumnya memiliki ciri-ciri: pada permukaan air genangan terlapisi seperti karat atau minyak, berbau menyengat, dan pada daun padi terdapat bintik karat.Saat tanah keracunan besi, disarankan untuk menerapkan sistem drainase berselang dengan tujuan untuk membuang larutan tanah yang mengandung unsur logam tinggi. Cara lain adalah dengan menambahkan bahan organik ke dalam tanah karena senyawa organik akan mengikat besi. awm/L-2 http://www.koranjakarta.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: