PAKET BUDIDYA TANAMAN JAGUNG SECARA UMUM

PAKET BUDIDYA TANAMAN JAGUNG SECARA UMUM February 10, 2010 by Lia Salsabila Filed under Pertanian Leave a Comment KONDISI LAHAN IDEAL : – Tanah gembur, subur, tidak mudah tergenang air. – Memiliki cukup bahan organik. – pH netral sampai agak asam (5,5 – 7). – Kemiringan tanah tidak lebih dari 8%. – Ketinggian 0 – 700 meter dpl. – Jenis tanah liat berlempung, tanah lempung atau tanah lempung berpasir. – Areal yang memiliki persediaan air yang cukup dan curah hujan merata 200 mm/bulan – Sinar Matahari penuh PEGOLAHAN TANAH Lakukan pengolahan tanah dengan baik, agar tanah menjadi gembur dan tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tujuan pengolahan tanah adalah : • Memperbaiki TeksturTanah. • Memperbaiki Aerasi Tanah. • Membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) • Menghambat tumbuhnya gulma. • Melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air) • Mengatur jarak tanam. PENANAMAN Jarak Tanam yang dianjurkan 70 x 20 cm (1 tnm/lubang) Cara penanaman : • Buat 2 (dua) lubang dengan kedalaman 5 cm dengan jarak antar lubang ± 5 cm, satu lubang untuk benih dan satunya untuk pupuk. • Tanam benih tiap lubang 1 biji kemudian tutup lubang dengan tanah PEMUPUKAN Dosis pemupukan yg dianjurkan untuk Jagung Hibrida Varietas Jaya – 1, Nusantara -1 dan Prima – 1 adalah sbb : Rekomendasi 1 DOSIS JENIS PUPUK APLIKASI TOTAL ( KG / HA ) 7-10 HST 30-35 HST Tinggi Urea SP-36 KCL 100 225 135 250 – – 350 225 135 Sedang Urea SP-36 KCL 100 200 100 200 – – 300 200 100 Rendah Urea SP-36 KCL 50 150 100 200 – – 250 150 100 Rekomendasi 2 DOSIS JENIS PUPUK APLIKASI TOTAL ( KG / HA ) 7-10 HST 30-35 HST Tinggi Urea SP-36 Phonska 50 100 200 150 – 350 200 100 550 Sedang Urea SP-36 Phonska 50 100 200 100 – 200 150 100 400 Rendah Urea SP-36 Phonska 50 50 200 50 – 200 100 50 400 Apabila tanah kurus, dianjurkan pemupukan dasar ditambah dengan pupuk organik / pupuk kandang sebanyak 1.500 kg sampai 2.000 kg (+ 75 karung). Pemupukan sebaiknya ditugalkan dan ditutup dengan tanah agar tidak terjadi penguapan. KONDISI AKIBAT KEKURANGAN PUPUK PADA TANAMAN JAGUNG • Kekurangan magnesium menyebabkan timbulnya garis-garis keputihan sepanjang tulang daun dan seringkali timbul warna ungu pada bagian bawah daun tua • Kekurangan Fospor daunnya berwarna ungu kemerahan , terutama pada tanaman yang masih muda. • Kekurangan Nitrogen dimulai dengan warna kekuningan pada ujung daun dan berkembang sepanjang tulang daun utama • Kekurangan Kalium ditandai dengan pembentukan tongkol yang tidak sempurna dimana ujung tongkol tidak berbiji penuh, dan bijinya jarang • Tongkol jagung akibat kekurangan Nitrogen pada saat kritis, ditandai dengan tongkolnya kecil, kadar protein rendah dan ujung tongkol tidak berbiji • Adanya rambut berwarna hijau saat tongkol masak menunjukkan tanaman terlalu banyak dipupuk Nitrogen dan tidak seimbang dengan unsur hara lainnya • Akibat kekurangan Fosfor ditandai dengan tongkolnya kecil, kering bengkok dengan pembentukkan biji tidak sempurna. PEMBUMBUNAN Dianjurkan dilakukan pembumbunan setelah pemupukan kedua (± 21 hst) dan ketiga (± 35 hst) . Tujuan • untuk mematikan rumput-rumputan • memperbaiki pori-pori tanah • merangsang tumbuhnya akar-akar baru (akar tunjang). PENGAIRAN • Pengairan dilakukan sesuai dg kondisi lahan dan curah hujan. • Waktu pengairan biasanya dilakukan kurang lebih 10 hari sekali dengan cara mengalirkan pada larikan dan secepatnya dibuang dan dipastikan tidak ada yang menggenang. • Pengairan dihentikan 10 hari sebelum pemanenan • Pengairan di lahan darat bisa dilakukan dengan pompa air. • Pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan irigasi sumur dangkal (4–10 meter). KONDISI AKIBAT PENGATURAN AIR YANG KURANG BAIK • Kekeringan yang menyebabkan tanaman berwarna hijau keabu-abuan, daun-daun menggulung sebesar pensil • Udara kering menyebabkan pembentukan rambut lambat, persarian tidak sempurna pada saat pembentukan biji. P A N E N Tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat yaitu ; 1. Masak Susu Biji jagung mulai terisi oleh zat pati. Biji belum menunjukkan kekerasannya sehingga kalau ditekan akan keluar cairan putih seperti susu 1. Masak Lunak Keadaan biji mulai agak keras dan mudah dipecahkan, ciri lainnya yaitu ; ujung daun bagian bawah mulai nampai kering, pada tingkatan ini jagung sering dipanen untuk sayur atau rebus. 1. Masak Tua Warna kulit biji mengkilap dan terang, biji sudah keras, sebagian besar tanaman sudah mengering. 1. Masak Kering / Masak Mati Semua bagian tanaman telah kering dan mati, biji sangat keras dan kering bahkan nampak mulai berkerut. Umur panen tanaman jagung ditentukan oleh varietas, musim penanaman. Ciri Jagung siap panen adalah : 1. Umur tanaman jagung telah maksimal, yaitu setelah pengisian biji mencapai jumlah optimal setiap varietas akan berbeda-beda antara 7-8 minggu setelah berbunga. 2. Kadar air di dalam biji antara 30-35%. 3. Daun telah menguning bahkan sebagian besar mulai kering 4. Klobot sudah berwarna coklat 5. Rambut berwarna hitam dan kering 6. Populasi klobot kering 90% 7. Apabila pembungkus dibuka, maka terlihat biji mengkilat dan keras, bila ditekan dengan kuku tidak membekas HAMA DAN PENYAKIT SERTA PENGELOLAANNYA Hama dan penyakit seringkali menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Hama disebabkan oleh hewan kelas rendah sampai tinggi dan penyakit disebabkan oleh bakteri dan jamur. Hama yang sering menyerang tanaman jagung antara lain : 1. 1. Lalat Bibit (Antherigona exigua Stein) Menyerang tanaman yang masih muda umur 7 hari atau bibit (jumlah daun 2-3 helai). Telur lalat bibit berwarna putih bentuknya lonjong, larva membuat jalan menuju titik tumbuh dan memakan pucuk daun pada bagian pangkal sebelah bawah. Akibat serangan : • Pertumbuhan tanaman terhambat • Pucuk daun layu dan warna daun kekuning-kuningan • Disekitar bagian yang terserang mengalami pembusukan Cara pengendalian : • Pergiliran tanaman • Menjaga kebersihan sekitar area pertanaman • Disemprot dengan insektisida antara lain : Dursban 20 EC, Hostathion 40 EC, Larvin 75 WP dan Marshal 25 ST 1. 2. Ulat Tanah (Agrotis epsilon) Gejala serangan Larva aktif pada malam hari untuk mencari makan dengan menggigit pangkal batang. Pangkal batang yang digigit akan mudah patah dan mati. Di samping menggigit pangkal batang, larva yang baru menetas, sehari kemudian juga menggigit permukaan daun. Ulat tanah sangat cepat pergerakannya dan dapat menempuh jarak puluhan meter. Seekor larva dapat merusak ratusan tanaman muda. Pengendalian a). Kultur teknis – Pengolahan tanah yang baik untuk membunuh pupa yang ada di dalam tanah. – Sanitasi dengan membersihkan lahan dari gulma yang juga merupakan tempat ngengat A. ipsilon meletakkan telurnya. b). Pengendalian fisik / mekanis Pengendalian secara fisik dengan mengumpulkan larva dan selanjutnya dimusnahkan. Sebaiknya dilakukan pada senja – malam hari, dan larva biasanya dijumpai di permukaan tanah sekitar tanaman yang terserang. c). Pengendalian hayati Pemanfaatan musuh alami : parasitoid larva A. ipsilon yaitu Goniophana heterocera, Apanteles (= Cotesia) ruficrus, Cuphocera varia dan Tritaxys braueri. Predator penting adalah Carabidae. Patogen penyakit yang sering menyerang A. ipsilon adalah jamur Metharrizium spp. dan Botrytis sp. serta nematoda Steinernema sp. d). Pengendalian kimiawi Dilakukan dengan menyemprotkan pestisida seperti Azodrin, Hostanthion 40 EC dan Nogos 50 EC. 1. 3. Ulat Grayak (Spodopthera Litura) Gejala Serangan Larva yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Larva instar lanjut merusak tulang daun. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, menyerang secara serentak berkelompok. Serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun habis dimakan ulat, umumnya terjadi pada musim kemarau. Pengendalian a). Kultur teknis – Sanitasi lahan dari gulma, – Pengolahan tanah yang intensif. b). Pengendalian fisik / mekanis – Pembutitan, mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya, – Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu. c). Pengendalian hayati Pemanfaatan musuh alami seperti : patogen Sl-NPV (Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus), cendawan Cordisep, nematoda Steinernema sp., predator Sycanus sp., Andrallus spinideus, Selonepnis geminada, parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp. d). Pengendalian kimiawi Dilakukan dengan menyemprotkan pestisida seperti Azodrin, Hostanthion 40 EC dan Nogos 50 EC. 1. 4. Penggerek Batang Telur yang baru menetas akan memakan permukaan helaian daun yang masih lunak sehingga nampak bintik-bintik berwarna putih pada daun. Tanaman diserang sejak umur 1 bulan sampai terbentuk tongkol, selain menggerek batang ulat ini juga dapat masuk dan merusak tongkol yang masih muda Cara pengendalian : • Pergiliran tanaman • Menjaga kebersihan sekitar area pertanaman • Potong tanaman yang terserang kemudian pendam didalam tanah • Disemprot dengan insektisida antara lain : Folidol E 605 atau Folidol M, Nogos 50 EC, Hostathion 40 EC dan Kaevos 20 EC. Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung antara lain : 1. Bulai Jagung (Downy Mildew) Penyakit bulai disebabkan oleh jamur Sclerospora maydis. Bagian tanaman yang diserang adalah daun, terutama pada tanaman muda yang berumur di bawah 40 hari. Daun yang terserang berubah warna menjadi kuning keputih-putihan dan di bagian bawahnya muncul konidia berwarna putih, berbentuk seperti tepung. Serangan jamur ini akan meningkat pada suhu udara tinggi. Ciri-ciri tanaman yang terserang bulai : • Tanaman umur 2-3 minggu – Bentuk daun meruncing tampak kaku dan warna daun menguning atau kuning kehijauan/kuning keputihan. – Terdapat lapisan spora yang berwarna putih di sisi bawah daun. • Tanaman umur 3-5 minggu – Pertumbuhan tanaman terhambat – Terjadi perubahan warna pada daun yang sedang membuka mulai dari pangkal daun – Tongkol kecil, biji sedikit dan perkembangna kelobot tidak sempurna sehingga tidak dapat membungkus tongkol. • Tanaman dewasa/hampir dewasa – Terdapat garis-garis chlorotis kecoklatan dan berbatas tegas pada daun-daun tua. Cara pengendalian : • Penanaman dilakukan menjelang/awal musim hujan • Melakukan pergiliran tanaman • Menanam varietas yang resisten terhadap penyakit bulai • Lakukan pencabutan pada tanaman yang terserang kemudian dimusnahkan • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain : 1. 2. Bercak Daun (Leaf Bligh) Penyakit ini disebabkan Helmintosporium turcicum. Penyakit ini menyerang daun, pelepah dan tongkol jagung. Gejalanya muncul bercak-bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi coklat di daun, pelepah dan tongkol buah. Penyakit busuk daun menyebabkan proses fotosintesis terhambat sehingga produktivitas turun. Cara pengendalian : • Melakukan pergiliran tanaman untuk menekan pertumbuhan cendawan • Mengatur kelembapan lahan untuk menekan meluasnya serangan cendawan • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain : Daconil 75 WP dan Diflotan 4 F 3. Busuk Kelobot Jagung Penyakit ini disebabkan jamur Fusarium moniliformae. Gejala penyakit ini adalah muncul bintik-bintik bulat berwarna hitam kebiruan di kelobot. Tongkol yang terserang akan membusuk. Pencegahan penyakit ini dengan perendaman benih dengan fungisida sistemik. Selain itu, juga dengan cara tidak menanam jagung di dekat tanaman padi dan pisang karena kedua tanaman tersebut juga inang jamur Fusarium moniliformae. 4. Busuk Tongkol Jagung Penyakit busuk tongkol disebabkan Rhizoctonia zeae. Pada awalnya jamur menyerang daun, lalu merembet ke tongkol. Gejala awalnya berupa bercak-bercak berwarna coklat gelap atau merah muda di kelobot buah. Akibat penyakit ini, tongkol buah akan membusuk dan bisa menyebabkan gagal panen. Cara pengendalian • Menanam jagung varietas unggul yang tahan terhadap serangan jamur • Melakukan pergiliran tanaman • Mengatur jarak tanam agar lahan tidak terlalu lembab • Perlakuan benih atau Seed Dressing • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain : Daconil 75 WP dan Diflotan 4 F 5. Busuk Batang Penyakit busuk batang disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Gejala awalnya, batang bagian bawah berubah warna menjadi kecoklatan kemudian membusuk, mati dan patah secara tiba-tiba. Dari titik patahan tercium bau busuk yang menyengat. 6. Hawar Daun Jagung Penyakit disebabkan oleh Pseodomonas gladioli pv Alliicola. Bakteri ini biasanya menyerang daun bagian bawah tanaman muda yang akan berbunga. Akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat dan produktivitas menurun. Gejala awal muncul bercak berbentuk huruf V pada daun. Lama kelamaan daun akan mengering dan mati. 7. Karat Daun Jagung Penyakit karat daun disebabkan oleh jamur Puccinia polysora. Gejala awal berupa bercak-bercak merah dan keluar serbuk seperti tepung berwarna coklat kekuningan. Akibat penyakit ini, tanaman tidak dapat melkukan fotosintesis dengan sempurna sehingga pertumbuhannya melambat, bahkan tanaman dapat mati Teori dari berbagai sumber Tags: Speak Your Mind Tell us what you’re thinking… and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar! Click here to cancel reply. Name (required) Mail (will not be published) (required) Website • Selamat Datang di LadangSastra.com Saya Lia Salsabila. Selamat datang di blog pribadi saya LadangSastra.com. blog yang tak hanya berisi karya sastra dan artikel tentang sastra tetapi juga berisi informasi Pertanian dan Tekhnik Budidaya yang insyaallah diupdate berdasarkan pengalaman. Semoga anda mendapatkan sesuatu yang indah disini! Sesuatu yang tidak anda dapatkan di tempat lain. Happy Blogging!

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: