Kenaikan Harga Pupuk Disesuaikan HPP BANDAR LAMPUNG

Kamis, 11 Maret 2010 EKONOMI Kenaikan Harga Pupuk Disesuaikan HPP BANDAR LAMPUNG (LampostOnline): Kenaikan harga pupuk bersubsidi April mendatang akan disesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. “Ada rencana kenaikan harga, tapi masih akan dihitung ulang berapa kenaikan harga pupuk sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Bihikmi Soefian, melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Sri Juniati, Kamis (11-3). Menurut Sri, hingga kini proses penyaluran pupuk bersubsidi masih berjalan normal, sesuai dengan SK bupati dan musim tanam yang masih berlangsung. Hal ini dilakukan Dinas Pertanian Provinsi Lampung mengingat belum adanya kepastian tanggal kapan pupuk akan dinaikkan dan berapa besar kenaikan harga pupuk tersebut. Bila sudah ada kepastian tanggal dan bulan kapan harga pupuk akan dinaikan, kata dia, proses penyaluran akan disesuaikan. Mengingat proses alokasi pupuk selama satu tahun tersebut fleksibel, sesuai dengan kebutuhan, sepanjang plafon pupuk dari masing-masing kabupaten masih tersedia. “Masyarakat tidak perlu panik menghadapi kenaikan harga pupuk karena akan disesuaikan dengan HPP gabah yang sebelumnya telah naik pada awal Januari lalu,” kata Sri. Hindari Penimbunan Lebih lanjut, Sri mengatakan apabila kepastian tanggal dan besarnya harga pupuk sudah ada, Dinas Pertanian segera melakukan sosialisasi kepada petani dan mengambil langkah-langkah antisipasi. Sebab, penimbunan dan gejolak harga kemungkinan akan terjadi. Misalnya, dengan memperketat penyaluran pupuk untuk menghindari penimbunan. Selain itu, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) harus lebih mengawasi distribusi pupuk hingga ke tingkat petani untuk menghindari terjadinya penyimpangan. Provinsi Lampung mendapatkan alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 355 ribu ton pada 2010. Lampung juga mendapatkan pupuk bersubsidi untuk jenis SP3/SP18 (Superpos) 50 ribu ton, pupuk NPK Phonska 120 ribu ton, pupuk ZA 10.807 ton, dan organik 24.267 ton. Alokasi pupuk bersubsidi untuk Provinsi Lampung itu diberikan per subsektor, yakni di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Saat ini harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di kios pengecer/penyalur resmi di tingkat kecamatan/desa ditetapkan Rp1.200/kg (Rp60 ribu/50 kg) untuk pupuk urea, pupuk ZA Rp1.050/kg (Rp52.500/50 kg), SP36 Rp1.550/kg (Rp77.500/50 kg). Kemudian, pupuk Superpos Rp1.250/kg (Rp62.500/50 kg), NPK Phonska Rp1.750/kg (Rp87.500/50 kg), NPK pelangi Rp1.830 (Rp91.500/50 kg), NPK kujang Rp1.586/kg (Rp79.300/50 kg), dan organik Rp500/kg (Rp25 ribu/50 kg). Sebelumnya, rencana kenaikan pupuk urea ini tidak bisa dihindari karena kebutuhan terus meningkat sebagai dampak perluasan areal tanam. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung Faisol Djausal meminta Pemerintah menaikkan HPP gabah terkait dengan kenaikan harga pupuk bersubdisi tersebut. CR-1/E-1/L-1 Cetak Berita Copyright © 2004 Lampung Post. All rights reserved.
sumber http://www.lampungpost.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: